<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Izumi-chan</title>
	<atom:link href="http://izumi.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://izumi.blogdetik.com</link>
	<description>Smile In The Beautiful World</description>
	<pubDate>Wed, 08 May 2013 02:03:41 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Apa Bedanya Kalau Ada Bos dan Nggak Ada Bos?</title>
		<link>http://izumi.blogdetik.com/2013/05/08/apa-bedanya-kalau-ada-bos-dan-nggak-ada-bos/</link>
		<comments>http://izumi.blogdetik.com/2013/05/08/apa-bedanya-kalau-ada-bos-dan-nggak-ada-bos/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 07:59:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>izumi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Work]]></category>

		<category><![CDATA[random]]></category>

		<category><![CDATA[bos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://izumi.blogdetik.com/?p=1128</guid>
		<description><![CDATA[Hampir 4 minggu Big Bos dinas luar ke Jepang, yang tentunya disambut meriah dan sukacita oleh seluruh karyawannya *karyawan macam apa, tuh?* Dan kini sang Bos sudah kembali ke habitat awalnya.
Selama 4 minggu tanpa kehadiran bos, aku jadi tahu bahwa begitu banyak perbedaan saat bos ada di kantor dengan saat bos nggak ada, apalagi dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir 4 minggu Big Bos dinas luar ke Jepang, yang tentunya disambut meriah dan sukacita oleh seluruh karyawannya *karyawan macam apa, tuh?* Dan kini sang Bos sudah kembali ke habitat awalnya.</p>
<p>Selama 4 minggu tanpa kehadiran bos, aku jadi tahu bahwa begitu banyak perbedaan saat bos ada di kantor dengan saat bos nggak ada, apalagi dengan waktu yang cukup lama. Seperti hari ini, ketika bos kembali datang ke kantor, suasana dan perilaku karyawan beda bangeettttt.</p>
<p>Ini dia perbedaannya :</p>
<p>1. (ada bos) Suasana office tenang dan hening. Semua melototin layar PC hingga tidak berkedip, duduk tegak, tangan dilipat *kayak anak SD aja*.</p>
<p>2. (nggak ada bos) Layar PC dipelototin cuma seperlunya aja, setelah bosan pergi ngeloyor, duduk santai, kaki dilipat satu, tangan sambil nyeruput kopi atau minuman lain, bahkan ada yang sambil nguap, ngupil atau garuk-garuk kepala *kutuan kali*.</p>
<p>3. (ada bos) Kalau mau manggil orang di seberang meja atau departemen lain, sengaja nyamperin dulu ke meja yang bersangkutan, atau pake line telepon internal.</p>
<p>4. (nggak ada bos) Kalau mau manggil orang di seberang meja atau departemen lain, langsung tereak dari mejanya *udah berasa di hutan aja kali..*, nggak peduli orang lain terganggu dengan teriakannya yang cetar membahana itu, nggak peduli kalau-kalau ada orang yang jantungan denger tereakan yang bagaikan Gorila ngamuk itu tiba-tiba pingsan dan epilepsi.</p>
<p>5. (ada bos) Kalau ada yang perlu diomongin dengan orang lain, sementara orang bersangkutan ada di seberang meja atau departemen lain, sengaja jauh-jauh nyamperin orang bersangkutan. Lalu ngobrol dengan suara pelaann dan haluuussss *udah berasa kayak bisik-bisik tetangga gitu&#8230;*</p>
<p>6. (nggak ada bos) Kalau perlu sama orang lain yang lagi ada di seberang meja atau departemen lain, langsung aja tereak dari mejanya tanpa peduli orang sekitarnya terganggu dengan obrolan yang saling tereak itu *lu pikir ini di hutan?*. Entah saking malasnya menghampiri orang yang bersangkutan, entah untuk cari perhatian supaya semua mata memandang pada mereka yang lagi ngobrol dengan tereak-tereak itu *Oh, please&#8230;anda bukan anak kecil lagi yang selalu ingin cari perhatian-____-*</p>
<p>7. (ada bos) Orang-orang yang office-nya sedikit terpisah dengan tempat meja bos, pagi-pagi udah datang berduyun-duyun *kayak antri sembako aja*, hanya untuk bilang selamat pagi atau sekadar menyapa bos.</p>
<p>8. (nggak ada bos) Boro-boro bilang selamat pagi, kadang sampe pulang pun nggak tau tuh orang-orang yang ada di office sana pada dateng ato nggak, soalnya nggak keliatan sama sekali. Tau-tau udah sepi deh&#8230;</p>
<p>9. (ada bos) Saat bel pulang berbunyi, seluruh staff office masih anteng di mejanya. Ada yang masih sibuk kerja *ga tau pura-pura sibuk*, ada yang masih diskusi, ada yang masih miting juga. Ato cuma sekadar beres-beres.</p>
<p>10. (nggak ada bos) Saat bel pulang, begitu balik ke office setelah sholat di mushola atas, semua meja staff udah kosong. Semua langsung ngacir. Begitu aku tanya kenapa buru-buru pulang, mereka jawab &#8220;mumpung nggak ada bos..&#8221;</p>
<p>Taelaaahhh, ada bos atau nggak ada sama aja kali. Kalau kerja ya kerja aja biasa. Saat mau manggil orang, pastinya etika tetep perlu donk. Nggak usah pake tereak-tereak kayak tarzan di hutan. It&#8217;s so annoying!</p>
<p>Kalo kerjaan beres, ya pulang. Kalo kerjaan belum beres, ya beresin dulu. Ada bos atau nggak ada bos, buatku jam pulang ya sama aja.</p>
<p>Memang sih, buat orang Jepang loyalitas itu nomer satu, bahkan ada yang bilang kalau orang Jepang tuh paling malu saat harus pulang cepat. Tapi, kalau kerjaan udah beres, ya mau ngapain lagi di kantor? Daripada bengong di kantor, kan mending bengong di kamar liatin cowo-cowo cakep #plaak.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izumi.blogdetik.com/2013/05/08/apa-bedanya-kalau-ada-bos-dan-nggak-ada-bos/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Untukmu</title>
		<link>http://izumi.blogdetik.com/2013/05/07/surat-untukmu/</link>
		<comments>http://izumi.blogdetik.com/2013/05/07/surat-untukmu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 09:19:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>izumi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<category><![CDATA[random]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://izumi.blogdetik.com/?p=1127</guid>
		<description><![CDATA[Di surat ini aku akan memanggilmu dengan panggilan : A.
Dear A,
Aku sudah mengenalmu sejak beberapa tahun lalu. Pertemuan pertama kita biasa saja, bahkan waktu pertama kali melihatmu, aku seolah nampak tidak begitu peduli apalagi berminat padamu. Aku hanya menganggapmu sebagai teman atau kenalan karena kita sering bertemu di satu tempat yang sama.
Seiring berjalan waktu, frekuensi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di surat ini aku akan memanggilmu dengan panggilan : A.</p>
<p>Dear A,</p>
<p>Aku sudah mengenalmu sejak beberapa tahun lalu. Pertemuan pertama kita biasa saja, bahkan waktu pertama kali melihatmu, aku seolah nampak tidak begitu peduli apalagi berminat padamu. Aku hanya menganggapmu sebagai teman atau kenalan karena kita sering bertemu di satu tempat yang sama.</p>
<p>Seiring berjalan waktu, frekuensi pertemuan kita pun semakin sering. Aku jadi lebih mengenalmu, kebiasaanmu, kelebihanmu bahkan kekuranganmu.</p>
<p>Aku senang saat bisa ngobrol denganmu. Kamu selalu mendengarkan ocehanku dengan sabar. Bahkan ketika aku sewot, kamu selalu berkata dengan tenangnya, &#8220;belum tentu kayak gitu&#8230;.tenang aja&#8230;&#8221; Dan aku pasti langsung diam. Aku paling senang saat bercanda denganmu. Sejail apapun aku padamu, kamu tak pernah marah. Sepedas apapun aku menyindirmu, kamu hanya membalas dengan senyum atau bahkan tertawa sangat keras. Dalam berkirim pesan singkat pun, kamu selalu menyelipkan humor dan candaan, dimana aku pasti tersenyum saat membacanya.</p>
<p>Saat aku terpuruk, kamu tidak pernah bertanya padaku. Kamu hanya diam di sebelahku sambil tetap melempar candaan khas-mu. Mungkin kamu tahu kalau aku sedang <em>down</em>, dan berusaha menghiburku dengan mengajakku ngobrol ringan sambil bercanda seperti biasanya.</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, aku dan kamu semakin dekat. Dulu, aku hanya mengganggapmu kenalan biasa. Begitu mulai dekat, aku merasa kamu seperti sahabatku, lalu lambat laun kamu seperti sosok seorang kakak di mataku.</p>
<p>Saat berada di depan orang lain, aku selalu ingin tampil yang terbaik. Tapi anehnya, saat di depanmu, aku bisa tampil apa adanya. Rambut acak-acakan dan basah sehabis mandi, muka berminyak habis bangun tidur, bahkan dengan cueknya aku hanya mengenakan pakaian biasa sambil makan dan nonton di sampingmu. Aku tidak malu saat tertawa keras, tidak takut image-ku jelek saat marah dan ngambek. Semuanya terasa nyaman kulakukan saat di sampingmu.</p>
<p>Dear A,</p>
<p>Apakah aku menyukaimu?</p>
<p>Yang pasti aku tidak membencimu, walaupun ada beberapa bagian dalam dirimu yang kadang membuatku sedikit mengerenyitkan dahi. Well, manusia tidak ada yang sempurna, bukan? Lagipula aku tidak begitu suka manusia perfectionist.</p>
<p>Diriku bertanya lagi,</p>
<p>Apakah aku menyukaimu?</p>
<p>Dan aku masih belum menemukan jawabannya. Aku tidak membencimu dan merasa nyaman saat berada di dekatmu.</p>
<p>Kenapa aku masih belum tahu apakah aku menyukaimu? Entah aku memang belum tahu, atau aku menolak mengakui kalau aku menyukaimu.</p>
<p>Karena jika aku menyukaimu, banyak hal yang akan berubah, banyak hal yang harus dikorbankan, dan banyak hal yang sebetulnya belum aku ketahui tentangmu.</p>
<p>Ah, walaupun aku berkata kalau aku dan kamu sangat dekat hingga tidak sungkan lagi saat saling melempar ejekan, tapi sebenarnya aku tidak tahu apa-apa tentangmu. Mungkin itulah yang membuatku masih tidak mau mengakui kalau aku menyukaimu, dan berkilah bahwa aku HANYA merasa nyaman berada di dekatmu.</p>
<p>Atau, mungkin aku masih belum berani menyukaimu, karena takut tersakiti lagi seperti kisah-kisahku yang dulu.</p>
<p>Dear A,</p>
<p>Satu hal yang selalu ingin kusampaikan adalah, terima kasih untuk selalu membuatku nyaman dan tertawa&#8230;.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izumi.blogdetik.com/2013/05/07/surat-untukmu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kitto Daijoubu*</title>
		<link>http://izumi.blogdetik.com/2013/05/06/kitto-daijoubu/</link>
		<comments>http://izumi.blogdetik.com/2013/05/06/kitto-daijoubu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 07:34:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>izumi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<category><![CDATA[random]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://izumi.blogdetik.com/?p=1124</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Sedang tidak baik sekarang tapi akan baik-baik saja&#8221;
Sebuah judul postingan dari blog sebelah yang kubaca beberapa hari yang lalu. Baru membaca judulnya saja, rasanya seperti membuka seluruh isi hatiku. Setiap kali aku dirundung masalah atau kalau anak jaman sekarang bilangnya &#8220;galau&#8221; *berarti aku anak jaman dulu, donk?*, aku selalu berkata dalam hati kalau semuanya pasti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>&#8220;Sedang tidak baik sekarang tapi akan baik-baik saja&#8221;</strong></em></p>
<p>Sebuah judul postingan dari<a href="http://perempuansore.blogspot.com/search?updated-max=2013-02-16T23:17:00%2B07:00&#038;max-results=7&#038;start=7&#038;by-date=false"> blog sebelah</a> yang kubaca beberapa hari yang lalu. Baru membaca judulnya saja, rasanya seperti membuka seluruh isi hatiku. Setiap kali aku dirundung masalah atau kalau anak jaman sekarang bilangnya &#8220;galau&#8221; *berarti aku anak jaman dulu, donk?*, aku selalu berkata dalam hati kalau semuanya pasti akan baik-baik saja.</p>
<p>Kalau menyangkut hati memang tidak mudah&#8230;.</p>
<p>Saat sesuatu berjalan tidak sesuai dengan keinginan, rasanya ingin mengulang semua itu dari awal dan memperbaikinya hingga benar-benar berjalan sesuai keinginanku. Sesuai dengan semua instruksiku. Sesuai dengan semua rencanaku.</p>
<p>Andaikan seperti Nobita yang tinggal merengek ke Doraemon agar bisa menggunakan mesin waktu untuk bisa kembali ke masa lalu dan memperbaiki semuanya *eh, mulai ngayal*.</p>
<p>Seorang sahabat pernah bilang padaku, saat sesuatu tidak berjalan sesuai dengan harapan, justru seharusnya kita bersyukur. Karena Tuhan tahu bahwa semua yang kita rencanakan belum tentu baik, karena Sang Maha Mengetahui itu tahu bahwa rencanaNya lah yang paling baik untukku. Seharusnya kita bersyukur saat semua rencana kita tiba-tiba tidak sesuai harapan dan berubah di tengah jalan. Pasti Tuhan telah mendesain rencana lain yang lebih indah.</p>
<p>Itu artinya Tuhan sayang padaku <img src='http://izumi.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Contoh kecil, saat aku dan temanku janjian untuk ketemuan, ternyata pagi hari temanku SMS kalau dia harus membatalkan janji kita karena ayahnya sakit. Pagi-pagi buta, rencana yang sudah disusun dari 2 minggu lalu tiba-tiba gagal, dan aku tidak punya rencana cadangan, sedangkan hari itu aku libur seharian.</p>
<p>Akhirnya, daripada bengong sendirian di rumah, akupun pergi ke luar. Pergi tanpa tujuan, hanya menuruti kemana kakiku ingin melangkah. Mulai dari belanja dan berburu camilan di supermarket lokal, ngubek-ngubek toko buku, jalan-jalan di mall, hingga menulusuri jalanan di Bandung. Hanya seorang diri. Tapi disitulah aku menemukan hal menyenangkan yang sedikit berbeda.</p>
<p>Aku bisa menemukan banyak cemilan baru dan unik, nemu buku bagus, dapet tas lucu dengan harga diskon yang lumayan *dasar muka diskonan&#8230;haha*, dapet produk hair care yang selama ini kucari, dan menemukan betapa kota Bandung masih memiliki tempat-tempat yang enak untuk dijelajahi seorang diri sambil mendengarkan lagu kesukaanku.</p>
<p>Kalau saja hari itu aku jadi ketemuan dengan temanku, mungkin kebahagiaan kecil di atas tidak akan kutemukan. Tuhan tahu kalau di hari itu ada kebahagiaan lain yang dapat kutemukan, makanya Ia mengubah semua rencanaku. Walau pada awalnya BeTe karena rencanaku gagal, tapi saat semua kujalani dengan positive thinking dan let it be *emang pada dasarnya cuek kali, ya*, maka semuanya akan baik-baik saja.</p>
<p>Pasti baik-baik saja.</p>
<p><em>*nyolong dari judul lagu Arashi - Kitto Daijoubu (artinya = pasti baik-baik saja)*</em></p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izumi.blogdetik.com/2013/05/06/kitto-daijoubu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bahagia itu sederhana</title>
		<link>http://izumi.blogdetik.com/2013/05/03/bahagia-itu-sederhana/</link>
		<comments>http://izumi.blogdetik.com/2013/05/03/bahagia-itu-sederhana/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 May 2013 15:55:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>izumi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<category><![CDATA[random]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://izumi.blogdetik.com/?p=1122</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini ketika aku sedang jalan-jalan di blog sebelah dan membaca blog perempuansore, disitu kulihat ada pertanyaan :
&#8220;Sebutkan beberapa hal yang paling kamu suka. Sederhana. Tapi akan buat kamu bahagia.&#8221;
Dan inilah beberapa yang ada dalam daftarku :
berdiam diri di kamar seorang diri sambil memandangi layar laptop
Tentunya bukan layar kosong, tapi berisikan TV shows, drama, video [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi ini ketika aku sedang jalan-jalan di blog sebelah dan membaca blog <a href="http://perempuansore.blogspot.com/">perempuansore</a>, disitu kulihat ada pertanyaan :</p>
<p><strong>&#8220;<span style="font-family:">Sebutkan beberapa hal yang paling kamu suka. Sederhana. Tapi akan buat kamu bahagia.&#8221;</span></strong></p>
<p><span style="font-family:">Dan inilah beberapa yang ada dalam daftarku :</span></p>
<p><span style="font-family:"><em>berdiam diri di kamar seorang diri sambil memandangi layar laptop</em></span></p>
<p><span style="font-family:">Tentunya bukan layar kosong, tapi berisikan TV shows, drama, video music dan konser Jepang kesukaanku. Aset hiburanku yang paling berharga. Ketika melakukan itu, rasanya semua hal negatif dan awan mendung di luar sana hilang entah kemana dan berganti dengan senyuman dan pelangi *lebay, deh*</span></p>
<p><span style="font-family:"><em>berada di tempat tinggi</em></span></p>
<p><span style="font-family:">Sebagian orang mungkin takut akan ketinggian, tapi aku justru menikmatinya. Berada di tempat tinggi membuatku begitu bebas, sendiri, dan semua hal negatif serasa terbang entah kemana, apalagi ketika angin berhembus di sekelilingku.<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:"><em>bertemu keluarga dan teman</em></span></p>
<p><span style="font-family:">Hingga 2 tahun lalu, aku masih tidak merasakan apa-apa saat bertemu ibu, berkumpul dengan keluarga ataupun janjian nongkrong dengan teman. Tapi, semenjak aku pindah ke luar kota dan tinggal jauh dengan ibu dan keluargaku, entah kenapa rasanya begitu menyenangkan bisa bertemu orang-orang yang kusayangi. Walaupun hanya bertanya &#8220;hari ini masak apa?&#8221; pada ibuku, obrolan ringan bersama sepupu, bibi, dan nenekku, tapi rasanya begitu menyenangkan dan membuat seluruh bebanku terasa ringan.</span></p>
<p><span style="font-family:"><em>menangis</em></span></p>
<p><span style="font-family:">Entah itu menangis karena patah hati, kesal atau cuma karena habis menonton drama sedih, menangis rasanya membuatku lega.</span></p>
<p><span style="font-family:"><em>berkendara dengan sepeda motor sambil mendengarkan lagu favorit</em></span></p>
<p><span style="font-family:">Walaupun hanya mengantar mama ke pasar, ke tempat kerja atau sekedar pergi ke minimarket, tapi berkendara dengan sepeda motor dengan angin sejuk Bandung berhembus di tubuhku sambil ditemani lagu yang kusukai, rasanya dunia begitu bersahabat bagiku.</span></p>
<p><span style="font-family:"><em>makan coklat</em></span></p>
<p><span style="font-family:">Zat adiktif yang terkandung di dalam coklat selalu sukses membuatku bahagia.</span></p>
<p><span style="font-family:"><em>menulis</em></span></p>
<p><span style="font-family:">Semua unek-unek, rasa kesal, gembira, sedih tertuang dalam tulisan. Terkadang, saat dibaca lagi malahan membuatku ingin tertawa betapa bodohnya aku saat itu.</span></p>
<p><em><span style="font-family:">berada di tempat gelap, sunyi dan hanya ditemani lagu favorit</span></em></p>
<p><span style="font-family:">Kadang aku sengaja mematikan lampu kamar dan hanya menyisakan suara musik dari artis kesukaanku, mengalun terus dan terus hingga aku tertidur.</span></p>
<p><span style="font-family:"><em>pergi ke toko buku</em></span></p>
<p><span style="font-family:">Bahagia rasanya saat dikelilingi banyak buku.</span></p>
<p><span style="font-family:"><em>berburu cemilan baru dan enak</em></span></p>
<p><span style="font-family:">Saking senangnya berburu, tiap ada cemilan baru pasti aku post <a href="http://izumitaberu.blogspot.com/">di sini </a></span></p>
<p><span style="font-family:"><em>Bangun tidur, matikan alarm lalu tidur lagi</em></span></p>
<p><span style="font-family:">Haha</span></p>
<p><span style="font-family:"><em>bermalas-malasan di pagi hari</em></span></p>
<p><span style="font-family:">Haha</span></p>
<p><em><span style="font-family:">minum minuman dingin saat cuaca panas</span></em></p>
<p><span style="font-family:">Pastinya&#8230;</span></p>
<p><span style="font-family:">Itulah hal-hal kecil yang justru membawa kebahagiaan dalam hidupku. Kalau kamu?<br />
</span></p>
<p><span style="font-family:"><em><br />
</em></span></p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izumi.blogdetik.com/2013/05/03/bahagia-itu-sederhana/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Nyawaku Hilang</title>
		<link>http://izumi.blogdetik.com/2013/04/29/nyawaku-hilang/</link>
		<comments>http://izumi.blogdetik.com/2013/04/29/nyawaku-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2013 08:05:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>izumi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<category><![CDATA[random]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://izumi.blogdetik.com/?p=1115</guid>
		<description><![CDATA[Hah? Judul posting apaan tuh? Baru mulai udah lebay&#8230;
Yes, pemirsa! I&#8217;m depressed. Depresi karena salah satu nyawaku sedang di ambang kematiannya *emang lu punya nyawa barapa, gitu?* Harddisc portable (HDD)-ku error! Dan berjuta-juta data yang aku kumpulkan dari jaman jebot *nggak segitunya juga kali*, hampir tidak bisa diselamatkan. HDD error itu berasa kehilangan nyawa buatku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hah? Judul posting apaan tuh? Baru mulai udah lebay&#8230;</p>
<p>Yes, pemirsa! I&#8217;m depressed. Depresi karena salah satu nyawaku sedang di ambang kematiannya *emang lu punya nyawa barapa, gitu?* Harddisc portable (HDD)-ku error! Dan berjuta-juta data yang aku kumpulkan dari jaman jebot *nggak segitunya juga kali*, hampir tidak bisa diselamatkan. HDD error itu berasa kehilangan nyawa buatku <img src='http://izumi.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sedikit flash back. Sabtu pagi seperti biasa aku masih anteng di depan lapie. Hari libur, beres-beres dan segala kegiatan si inem sudah selesai aku kerjakan *emang dasar jiwa pembokat*, tinggal yang tersisa adalah nonton seharian. Dengan begitu banyak file-file film, TV show, konser hasil donlotan, dipastikan seharian aku nggak akan beranjak dari depan laptop *kalo mau pipis, pastinya beranjak dulu donk..*</p>
<p>Sabtu siang, HDD udah menampakkan gejala-gejala pesakitan. Idung meler, batuk-batuk, deman tinggi *ini yang sakit HDD apa orang?*. Pokonya HDD-ku mulai lemot. Masa mau pindahin file dari folder satu ke folder lainnya aja (padahal masih satu drive), pake acara loading segala. Dan begitu aku coba setel beberapa film dan TV show, dia mulai menampakkan gelagat aneh. File yang dibuka tiba-tiba berhenti di tengah jalan, kadang bisa lanjut jalan lagi, tapi kadang malah langsung mati. Begitu aku pindahkan file-nya ke laptop, malah error dan berbagai macam peringatan muncul. Dari mulai source disc is unknown-lah, file is rusak-lah *bahasa apa itu?* dan lainnya yang bikin aku pengen banting tuh laptop *eh, jangan&#8230;.nggak ada lagi..*, karena bawel dari tadi ngasih peringatan ini-itu, padahal apa salah saya? Apaaaa?! Saya hanya manusia biasa yang terkadang salah&#8230;.*mulai stres, deh..*</p>
<p>Dan besoknya&#8230;jeng-jeng-jeng&#8230;.HDD semakin kritis bahkan hampir koma. Awalnya aku berpikir kabelnya yang error, karena tuh kabel sering ketekuk-tekuk. Langsung deh pinjem kabel USB ke sana-sini. Dari mulai nyolong kabel belekberi temenku, ngerampas kabel smartphone, menjarah kabel dipidi tetangga *kumat deh premannya..*, sampe pake kabel kamera.</p>
<p>Hasilnya? Nihil! Semua kabel tidak ada yang mampu menyembuhkan HDD kesayangnku. Masih tetep lemot dan tidak bertenaga *coba dikasih pocari sweat, deh.. #plaak* Ternyata kesalahan bukan terletak pada kabelnya, tapi pada otakku&#8230;eh, bukan&#8230;.pada HDD-ku. Akhirnya pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa. Satu-satunya yang bisa aku lakukan hanyalah mencoba menyelamatkan file-file yang ada di dalamnya. Dengan sisa-sisa tenaga, akhirnya hanya sebagian kecil file bisa diselamatkan, itupun makan waktu seharian. Sisanya masih 85% nemplok di HDD.</p>
<p>Sebetulnya file-file itu masih tersimpan di laptop kantor (ketauan deh suka donlot di kantor), makanya aku masih sedikit tenang. File yang belum aku burn, biasanya masih disimpan dengan rapi di lapie kantor, takut-takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan *seperti sekarang ini*, jadinya aku nggak usah donlot dari awal, tinggal memindahkan file-nya aja.</p>
<p>Tapiiii, itu file nggak cuma 1-2 giga aja, mbaakk, tapi beratus-ratus gigaa *nggak segitunya kali* Dan karena kebijakan IT baru di kantorku, sekarang ini nggak boleh colok-colok USB sembarangan. Kalo mau transfer data, kudu dateng dulu ke IT dan minta ditransferin. Alamaaakkk, secara HDD-ku lagi rusak dan nggak ada cadangan, otomatis cuma bisa pake flashdisc yang cuma 4Gb. Perlu berapa abad tuh sampe semua file terselamatkan?</p>
<p>Bingung, galau, puyenghai, depresi, streesss. Lebih galau daripada diputusin pacar *yakin?*, secara semua aset hiburanku bersemayam di HDD. Puyeng juga file mana yang mau diduluin buat ditransfer. Secara sehari cuma bisa transfer 4Gb aja. Duh, makin nggak enak aja ama staff IT-nya, tiap hari minta bantuan transfer data ampe bergiga-giga..*tumben peduli ama perasaan orang, biasanya juga <em>sabodo teuing</em>..#hussh!*</p>
<p>HDD-ku memang belum mati total *jangan sampaaaii!!*, masih bisa idup sih walaupun amat sangat kritis. Paling nunggu weekend ntar buat service HDD ke Bandung. Mana minggu ini Sabtu masuk lagi, kudu nunggu 2 minggu lagi&#8230;huaaa&#8230;.makin puyenghai deh. Dan sekarang yang bisa kulakukan hanyalah menunggu keajaiban dari yang di atas *yang diatas genteng maksud lo?*. Untuk sementara HDD aku istirahatkan dulu. Mungkin selama ini dia kecapean karena setiap hari dari terbit matahari hingga terbit lagi disuruh kerja rodi *maap yaa..*</p>
<p>Siapa tau, HDD-ku tiba-tiba idup lagi dan bersemangat kembali seperti hari-hari sebelumnya&#8230;*ngayal mulu, nih*</p>
<p><em>Cepatlah sembuh, pliiss&#8230;</em></p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izumi.blogdetik.com/2013/04/29/nyawaku-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Berburu Camilan</title>
		<link>http://izumi.blogdetik.com/2013/04/22/berburu-camilan/</link>
		<comments>http://izumi.blogdetik.com/2013/04/22/berburu-camilan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Apr 2013 12:57:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>izumi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<category><![CDATA[random]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://izumi.blogdetik.com/?p=1113</guid>
		<description><![CDATA[Setelah seminggu terakhir ini disibukkan dengan blog baru, akhirnya bisa curhat lagi dengan temen kesayangku ini. Sebetulnya bukan blog baru sih, cuma mempoles dan merapihkan sedikit aja. Blognya juga masih seputar Arashi, Fanfic, dan Food. Untuk blog yang terakhir memang blog baru, sih.
Setelah pulkam dari Bandung, biasanya ketika balik lagi ke perantauan *halah*, pasti bawa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah seminggu terakhir ini disibukkan dengan blog baru, akhirnya bisa curhat lagi dengan temen kesayangku ini. Sebetulnya bukan blog baru sih, cuma mempoles dan merapihkan sedikit aja. Blognya juga masih seputar <a href="http://izumiarashi.blogspot.com/">Arashi</a>, <a href="http://izumifanfic.blogspot.com/">Fanfic</a>, dan <a href="http://izumitaberu.blogspot.com/">Food</a>. Untuk blog yang terakhir memang blog baru, sih.</p>
<p>Setelah pulkam dari Bandung, biasanya ketika balik lagi ke perantauan *halah*, pasti bawa gembolan yang banyak. Weekend kemarin rencananya mau ketemuan ama temenku, tapi subuh-subuh beliaw ini tiba-tiba kirim pesan kalau ternyata babehnya sakit dan ngedadak harus ke Jakarta nengokin sang Ayah tercinta.</p>
<p>Karena nggak punya planing cadangan, akhirnya aku jalan-jalan sendirian deh. Inilah asiknya jalan-jalan sendirian, bebas pergi kemana pun kaki ingin melangkah. Karena aku sedang ngidam camilan, jadinya berburu camilan dari satu toko ke toko lain deh. Dari mulai hypermarket yang serba ada, supermarket lokal, hingga warung sekitar rumah nenekku. Pokonya diborong deh.</p>
<p>Dan ini hasilnya&#8230;.*drums roll, please*</p>
<p style="text-align: center"><a href="http://izumi.blogdetik.com/files/2013/04/bb97faae29297a3698296338f4330957_c360_2013-04-21-09-21-26.jpg"><img class="aligncenter size-large wp-image-1114" src="http://izumi.blogdetik.com/files/2013/04/bb97faae29297a3698296338f4330957_c360_2013-04-21-09-21-26-614x1024.jpg" alt="bb97faae29297a3698296338f4330957_c360_2013-04-21-09-21-26" width="368" height="614" /></a><em></em></p>
<p style="text-align: center"><em>(Eh, ngapain si Gori ikut-ikutan mejeng?)</em></p>
<p style="text-align: left">Set dah, cemilan segitu banyaknya emang bakalan habis? *itu belom di foto semua, loh* Ya nggak, biasanya temen aku yang ngabisin&#8230;kekekekkk. Aku tipe yang cepet bosen kalau soal makanan. Asalkan udah nyoba, sisanya aku kasih kepada orang-orang yang membutuhkan *maksud, lo?*. Terkadang ada juga yang aku habiskan sendiri, tapi butuh waktu yang lama. Soalnya kalau lagi bengong, aku lebih milih nonton atau tidur, ketimbang ngemil <img src='http://izumi.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: left">Makanan apa aja, tuh? Untuk lebih detailnya, bisa ngintip <a href="http://izumitaberu.blogspot.com/">di sini</a>.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izumi.blogdetik.com/2013/04/22/berburu-camilan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lemari Es</title>
		<link>http://izumi.blogdetik.com/2013/04/11/lemari-es/</link>
		<comments>http://izumi.blogdetik.com/2013/04/11/lemari-es/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Apr 2013 14:27:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>izumi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<category><![CDATA[random]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://izumi.blogdetik.com/?p=1112</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kamar no.1 kemaren dibawain lemari es ama emaknya, loh&#8230;&#8221;, temanku yang satu kosan bercerita waktu kami sedang ngobrol.
Lemari es adalah suatu benda yang kami berdua sangat idam-idamkan. Rasanya kalau punya lemari es di dalam kamar kosan tuh, berasa habis naik haji *lebay, lu* Tiap kali shopping ke hypermarket, pasti nangkring dulu di bagian lemari es. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Kamar no.1 kemaren dibawain lemari es ama emaknya, loh&#8230;&#8221;, temanku yang satu kosan bercerita waktu kami sedang ngobrol.</p>
<p>Lemari es adalah suatu benda yang kami berdua sangat idam-idamkan. Rasanya kalau punya lemari es di dalam kamar kosan tuh, berasa habis naik haji *lebay, lu* Tiap kali shopping ke hypermarket, pasti nangkring dulu di bagian lemari es. Liat-liat, pegang-pegang dan mulai ngayal seandainya ada lemari es di kamar, pasti enak banget.</p>
<p>Maklumlah, di kota panas menggila yang kami tempati sekarang ini, punya lemari es pasti mantabh banget. Bisa nyimpen minuman dingin, es krim, buah segar, bahan masakan, dan banyak lagi. Begitu kehausan, tinggal buka pintu kulkas, nggak perlu jauh-jauh beli minuman ke warung atau minimarket di depan. Begitu kepanasan dan kipas angin udah nggak sanggup mendinginkan hati dan pikiran *halah*, tinggal buka kulkas dan masukkin kepala ke dalemnya deh&#8230;hehe.</p>
<p>Sebetulnya bukannya nggak mampu beli lemari es, kita bisa langsung beli kok kalo mau *belagu amat, sih*. Tapi, entahlah&#8230;.rasanya belum jadi kebutuhan primer. Toh, kalaupun nggak punya kulkas, sampai detik ini kita masih hidup, kan? Tapi, kalau ada kulkas, hidup kita tentunya jadi lebih asik, sih. Hehehe&#8230;.</p>
<p>So, kapan nih mau beli lemari es? Hmmm&#8230;.pikir-pikir dulu deh. Toh kamarku udah penuh sama kasur, tipi, lapie+mejanya, rak buku (bukunya udah nggak muat malah) dan benda lainnya. Pengennya sih lemari es mini yang suka ada di hotel-hotel gitu, tapi nggak nemu juga. Ketika kemarin shopping berdua di hypermarket, eehh&#8230;malah kecantol pengen beli LED tipi yang guede. Malah makin bingung deh, mau beli LED atau lemari es&#8230;</p>
<p>Yang pasti, kalau beli LED, nggak bakalan bisa minum minuman dingin setiap saat.</p>
<p>Yang pasti, kalau beli kulkas, nggak bakalan bisa nonton drama dan TV Show Jepang kesukaanku dengan layar guede.</p>
<p>Jadi, nyari lemari es yang bisa buat nonton tipi atau nyari LED yang bisa buat nyimpen minuman dingin *ngayal aja sendiri, sana!*</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izumi.blogdetik.com/2013/04/11/lemari-es/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kesurupan</title>
		<link>http://izumi.blogdetik.com/2013/04/11/kesurupan/</link>
		<comments>http://izumi.blogdetik.com/2013/04/11/kesurupan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Apr 2013 13:29:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>izumi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<category><![CDATA[random]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://izumi.blogdetik.com/?p=1111</guid>
		<description><![CDATA[Minggu malam (07-Apr-13), seperti biasa aku sedang mantengin layar lapie kesayanganku. Waktu itu lagi dengerin acara radio Arashi hasil donlotan sambil nge-burn dipidi. Lagi asik-asiknya, tiba-tiba temen kosanku SMS *padahal beda kamar, tapi mau nanya aja pake SMS segala*. Dia tanya, &#8220;Ceu, kedengeran ada suara orang nangis nggak?&#8221;
Aku pun langsung mengecilkan volume laptop, dan memang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu malam (07-Apr-13), seperti biasa aku sedang mantengin layar lapie kesayanganku. Waktu itu lagi dengerin acara radio Arashi hasil donlotan sambil nge-burn dipidi. Lagi asik-asiknya, tiba-tiba temen kosanku SMS *padahal beda kamar, tapi mau nanya aja pake SMS segala*. Dia tanya, &#8220;<em>Ceu</em>, kedengeran ada suara orang nangis nggak?&#8221;</p>
<p>Aku pun langsung mengecilkan volume laptop, dan memang terdengar suara cewek nangis. Bersamaan dengan itu, tetangga sebelahku tiba-tiba keluar dari kamarnya dan mendadak sekitar kamar rame dengan suara bisik-bisik tetangga. Aku pun ikut keluar kamar *walaupun males sebenernya..*</p>
<p>Ternyata tetanggaku pun mendengar suara tangisan itu. Gile, itu yang nangis ada di kamar no.2, sedangkan aku di kamar no.7 (kosan kita berbentuk memanjang dengan kamar berderet dari ujung sampai ujung). Tetanggaku menyangka cewek yang lagi nangis itu lagi sakit, soalnya nangisnya sambil aduh-aduhan *ini bahasanya rancu, ya..*</p>
<p>Tanpa hitungan menit, seluruh penghuni kosan sudah berkumpul di luar dan mulai menghampiri kamar no.2. Di sana sudah ada beberapa orang yang mencoba menenangkan cewek yang lagi nangis. Untuk beberapa saat, tangisannya berhenti. Tapi, beberapa menit kemudian dia menangis lebih keras lagi, bahkan disertai dengan suara tawa.</p>
<p>&#8220;Wah, ini <em>mah</em> jelas-jelas kesurupan&#8221;, celetuk salah seorang penghuni kosan.</p>
<p>Ibu kosan dan anaknya langsung datang menghampiri dan mencoba menenangkan sambil bebacaan doa-doa. Tapi, bukannya tenang, cewek itu malah makin marah dan mengeluarkan sumpah serapahnya.</p>
<p>&#8220;<em>Indit sia!! Ntong ngaganggu aink! Aink mah hayang di dieu</em>!&#8221; (Pergi sana! Jangan ganggu aku! Aku pengen disini!)</p>
<p>Beberapa lama kemudian, datanglah ibu-ibu yang dipercaya &#8220;bisa&#8221; menenangkan kesurupan. Ia langsung membisikan doa dan istigfar ke telinga cewek itu. Tapi, tetap tidak berhasil. Malah semakin ngamuk, &#8220;<em>Nyeri!!&#8230;nyeri, sia teh! Mbung, nyaho</em>!!&#8221; (Sakit&#8230;sakit, tau! Ngga mau!)</p>
<p>Kesal, ibu-ibu itu malah balik memarahi cewek yang kesurupan, &#8220;<em>Lamun nyeri mah matakna kaluar! Di dieu mah lain tempat sia!</em>&#8221; (kalau sakit, makanya keluar! Di sini bukan tempat kamu!). Anak ibu kosan bukannya bantuin, dia malah ngeledek sambil nyanyi, &#8220;<em>Nyeri, nyeri, nyeri, moal beunang diubaran&#8230;..Talak tilu sakalian</em>&#8221; (Orang Sunda pasti hapal lagu ini).</p>
<p>Semua penghuni kosan yang berkerumun dan menonton dari luar pun langsung pada ngakak. Suasana tegang pun mulai mencair.</p>
<p>Upaya menenangkan cewek kesurupan masih terus diupayakan. Ketika doa-doa dan istigfar terus dibacakan, tiba-tiba cewek itu melihat ke arah kami yang lagi nonton dan ketawa sambil bilang, &#8220;<em>Hayang kaditu</em>&#8221; (Pengen ke sana) sambil nunjuk para penghuni kosan.</p>
<p>Spontan para penghuni kosan yang lagi asik nonton kaget dan kalang kabut. Mereka takut &#8220;setan&#8221; nya pindah. Hiii&#8230;..Salah seorang penghuni kosan tidak sengaja bertemu mata dengan cewek yang kesurupan itu dan dia langsung panik. Sedangkan yang lainnya termasuk aku masih ketawa-ketiwi karena panik nggak jelas.</p>
<p>Karena bosan dan ngantuk, aku pun memutuskan untuk masuk kamar dan kembali ngulik lapie. Dari informasi yang kudapat, katanya dia kesurupan sampai jam 9 malam. Saking takutnya, ada penghuni kosan yang nggak berani tidur sendiri dan numpang tidur di kamar temannya. Aku sih cuek-cuek aja. Yang penting pikiran jangan kosong dan tetap berserah diri padaNya *tumben ngomong bener*.</p>
<p>Ini pertama kalinya aku melihat langsung orang yang kesurupan. Biasanya cuma denger dari cerita orang atau lihat di TV.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izumi.blogdetik.com/2013/04/11/kesurupan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Si Bolang Telah Kembali</title>
		<link>http://izumi.blogdetik.com/2013/04/01/si-bolang-telah-kembali/</link>
		<comments>http://izumi.blogdetik.com/2013/04/01/si-bolang-telah-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Apr 2013 07:21:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>izumi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<category><![CDATA[random]]></category>

		<category><![CDATA[bis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://izumi.blogdetik.com/?p=1100</guid>
		<description><![CDATA[Lanjutan dari postingan sebelumnya.
Setelah menempuh perjalanan panjang yang bikin pantat pegel dan kedinginan (coz di dalam bis ber-AC dan di luar hujan lebat), akhirnya aku pun tiba di Kota Harapan Indah Bekasi. Culang-cileung karena tempat itu baru pertama kali kudatangi. Tepat seperti yang kuduga. Aku memang salah naik bis dan nyasar. Dari obrolan-obrolan supir-kondektur-penumpang di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lanjutan dari postingan sebelumnya.</p>
<p>Setelah menempuh perjalanan panjang yang bikin pantat pegel dan kedinginan (coz di dalam bis ber-AC dan di luar hujan lebat), akhirnya aku pun tiba di Kota Harapan Indah Bekasi. <em>Culang-cileung</em> karena tempat itu baru pertama kali kudatangi. Tepat seperti yang kuduga. Aku memang salah naik bis dan nyasar. Dari obrolan-obrolan supir-kondektur-penumpang di situ, terungkaplah sudah semua keanehan ini.</p>
<p>Ternyata bis yang aku tumpangi memang bis jurusan Cikarang-Bandung, hanya saja bis ini dijadikan bis bantuan untuk mengangkut penumpang yang membludak ke arah Kota Harapan Indah Bekasi. Bahkan supirnya sendiri nggak tahu di mana terminal bis-nya, sampai minta ditunjukkin sama aku. Halah, bapaaa&#8230;aku<em> teh</em> nyasar, jadi mana mungkin aku tahu&#8230;.hehe.</p>
<p>Waktu itu aku naik bis tanpa tanya-tanya dulu, dan hanya melihat label jurusan terpampang di depan. Mungkin sekali-kali jadi kepoers boleh juga, nanya-nanya ama sebelah <em>kek</em>, atau ama kondektur-nya <em>kek</em>&#8230;.Jadinya mungkin nggak bakalan nyasar.</p>
<p>Untungnya masih ada bis yang mau balik lagi ke Bandung, dan ternyata bis yang sama yang tadi aku naiki. Untung supir dan kondekturnya nggak <em>ngeh</em> kalau aku naik lagi (atau pura-pura nggak <em>ngeh</em>&#8230;). Alhamdulillah, perjalanan lancar dan mulus, walaupun udah pengen nangis saking pengen pulangnya. Begitu tiba di Rest Area KM 57, aku pun segera turun (karena itu satu-satu-nya tempat turun yang paling deket dengan kosan). Bukannya langsung pulang, malah mampir dulu ke tempat makan. Maklumlah, pesakitan maag kayak aku nggak boleh telat makan^^</p>
<p>Tepat pukul 20.00, aku tiba di kosan tercinta. Rasanya lama banget nyampe kosan (yaeyalah, secara seharian ini puter-puter Bandung-Cikarang-Bekasi). Nyasar kali ini bener-bener dijadikan pengalaman yang berharga, dan mudah-mudahan nggak terulang lagi <img src='http://izumi.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p> Kerugian akibat nyasar (salah sendiri, sih&#8230;)</p>
<p>1. Rugi uang. Udah pasti, soalnya aku harus bayar ongkos double.</p>
<p>2. Rugi waktu. Aku yang seharusnya tiba di kosan pukul 16.00, malah jadi pukul 20.00. 4 jam terbuang, padahal kalau nonton dorama bisa dapet 4-5 episode&#8230;hahaha.</p>
<p>4. Rugi tenaga. Harusnya sisa-sisa tenaga ini bisa buat nonton, baca buku, nge-burn dipidi, nyampulin buku-buku baru, masak bala-bala dan omelete di kosan (seabrek rencana yang udah disiapin kalau nyampe ke kosan, tapi harus dibatalkan semuanya T.T)</p>
<p>3. Perut keroncongan. Secara dari rumah aku makan jam 12.00, terus di bis cuma makan J-Club nya JCo satu biji. Mana kenyaangg&#8230;.</p>
<p> Beberapa komen dari orang-orang yang tahu aku nyasar :</p>
<p>1. Mama : &#8220;Kayak baru pertama kali aja pulang kampung.&#8221; MAKJLEBB!!</p>
<p>2. Ajeng (sobatku) : &#8220;Kenapa nggak sekalian aja main dulu ke Shiro (sobatku juga) ?&#8221; Hadeuh, mana kepikiran ampe segitunya, yang ada pengen pulaangg&#8230;</p>
<p>3. Adok (sobatku) : &#8220;Gaya pisan, jelong-jelong (jalan-jalan) <em>wae</em>. Kalo pantat nya pegel karena duduk melulu, coba aja berdiri dan bergaya kayak model di catwalk. Eh, ente masih idup kan? Nggak ada yang nyulik? Kalo ntar mau nyasar lagi, bilang-bilang ama ane, sekalian ntar ane bawa timbel&#8230;hahaha&#8230;&#8221; Sekalian aja bawa tiker, sapa tau ntar bakal nginep di terminal #Puasss?!</p>
<p>4. Chori (sobatku) : &#8220;Aduuuh, Ojaaannn&#8230;. Masa bisa salah sih? Kali-kali ntar mah jadi kepoers nggak apa-apa, kalee&#8230; Jangan cuma melihat yang terpampang di depan bis, tapi lihatlah yang terpampang jelas (a la Syahroni). Malu bertanya sesat di jalan, tersesat di jalan malu-maluin.&#8221; Terpampang di jidat, maksud lo?!</p>
<p>Yah, terima kasih untuk komen-komennya. Mungkin terdengar MAKJLEBB, tapi itulah teman-teman dan mamaku. Mereka punya caranya sendiri untuk mengungkapkan rasa simpati dan khawatir pada si Bolang yang nyasar ini #itupun kalau mereka memang bener-bener khawatir&#8230;hahaha.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izumi.blogdetik.com/2013/04/01/si-bolang-telah-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Si bolang nyasar</title>
		<link>http://izumi.blogdetik.com/2013/03/31/si-bolang-nyasar/</link>
		<comments>http://izumi.blogdetik.com/2013/03/31/si-bolang-nyasar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Mar 2013 16:46:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>izumi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Life]]></category>

		<category><![CDATA[random]]></category>

		<category><![CDATA[bis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://izumi.blogdetik.com/2013/03/31/si-bolang-nyasar/</guid>
		<description><![CDATA[Dari judul di atas, pasti udah ketahuan apa isi posting kali ini.
Siang ini aku berencana balik lagi ke tempat perantauan #aisshh, bahasanya&#8230; Setelah dianter mama sampai terminal Leuwi Panjang - Bandung, aku pun bergegas menuju tempat bis biasa mangkal #bencong kalee&#8230;. Tentunya setelah ke toilet dulu, maklum lah..perjalanan panjang.
Begitu tiba di tempat bis biasa mangkal, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari judul di atas, pasti udah ketahuan apa isi posting kali ini.</p>
<p>Siang ini aku berencana balik lagi ke tempat perantauan #aisshh, bahasanya&#8230; Setelah dianter mama sampai terminal Leuwi Panjang - Bandung, aku pun bergegas menuju tempat bis biasa mangkal #bencong kalee&#8230;. Tentunya setelah ke toilet dulu, maklum lah..perjalanan panjang.</p>
<p>Begitu tiba di tempat bis biasa mangkal, di depanku nemplok bis Primajasa dengan label di belakangnya  tertulis  : Cikarang - Bandung. Yup, bus yang biasa kunaiki. Dan waktu itu kulihat penumpang pada berebut naik bis. Spontan aku berpikir, takut nggak kebagian, mana habis<em> long weekend</em>, pasti bis  pada penuh.</p>
<p>Tanpa babibu, aku pun langsung naik. Sebetulnya, waktu itu aku merasa sedikit aneh, soalnya bis yang biasa kutumpangi suka mangkal di jalur tengah, tapi yang ini di jalur  pinggir. Takut salah naik bis, aku pun melihat sekeliling bis, dan di sana terpampang banyak  sticker di jendela bertuliskan : Cikarang - Bandung, Rp 35000. Hmm, berarti aku nggak salah, toh?!</p>
<p>Dan perjalanan pun berlanjut. Begitu bapak kondektur menagih ongkos, aku melihat di karcis tulisannya Rp 37000. Lho, naik ya? Itu yang pertama kali terbersit dalam pikiranku. Begitu aku lihat karcisnya dengan lebih teliti, angka 37000 menunjukkan tujuan Bandung - Kota Harapan Indah Bekasi.</p>
<p>Perasaan nggak enak mulai muncul. Jangan-jangan salah naik bis. Tapi waktu itu perjalanan sudah sampai Tol Cipularang. Akhirnya, aku yang nggak mau ambil pusing, memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. <em>Gambling</em> aja, deh&#8230; begitu pikirku.</p>
<p>Begitu bis tiba di Rest Area KM 62, aku masih tetap tenang, karena berpikir akan tiba sebentar lagi. Dari Rest Area, bis akan mengambik jalur kiri dan belok ke Karawang Timur, tujuanku.</p>
<p>Tapi, apa yang terjadi sodara-sodara?</p>
<p>Boro-boro belok ke Karawang Timur, bis malah ambil jalur tengah dan terus melaju ke arah Cikarang.</p>
<p>&#8220;<em>Maji de</em>?!!&#8221; (sumpeh lo?!)</p>
<p>Cuma itu yang keluar dari mulutku. Sambil mangap, aku melihat Karawang Timur semakin menjauh dari pandanganku.</p>
<p>Hingga tulisan ini di publish, aku masih luntang -luntung di tol menuju Bekasi. Yah, pasrah weh lah&#8230;</p>
<p>Sekarang aku mau SMS mama dulu, entah beliau bakal bilang apa&#8230;huhuhu&#8230;pengen pulang. Mana hujan, lagi&#8230;</p>
<p>Sampai manakah petualangan si bolang nyasab ini akan berakhir?<br />
tu bi kontinyu&#8230;</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://izumi.blogdetik.com/2013/03/31/si-bolang-nyasar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
